Kalor Sebagai Pengubah Wujud ZAT

Mata Kuliah  : IPA
Judul           : Kalor Sebagai Pengubah Wujud ZAT
Jumlah        : 9 halaman
Tingkat        : Pelajar/Mahasiswa/Umum
Kode            :

Download:
===============================================================
Gambaran Isi:
RINGKASAN EKSEKUTIF

Kalor sebagai pengubah wujud zat, zat ini mempunyai tiga tingkatan yaitu padat, cair, dan gas, wujud suatu zat dapat berubah karena semua zat berubah tergantung pada suhunya. Baik suhunya dinaikkan maupun diturunkan.
Untuk mengubah wujud suatu zat diperlukan kalor. Selain itu setiap dalam perubahan wujud selalau disertai dengan pelepasan kalor atau penerimaan kalor. Alam perubahan ini dapat terjadi pembekuan, melebur, menguap mengembun dan menyublim.

TINJAUAN TEORI

1.      Melebur dan Membeku
Melebur adalah perubahan wujud dari zat pada menjadi cair. Pada peristiwa ini terjadi penyerapan kalor. Membenku adalah perubahan wujud dari zat cair menjadi zat padat. Pada peristiwa ini terjadi pelepasan kalor.
Suhu zat pada saat membeku atau melebur adalah sama, suhu ketika zat pada tberubah menjadi cair disebut titik lebur-suhu ketika zat cair berubah menjadi pada disebut titik beku. Nilai tiitk lebur sama dengan titik beku.
Banyak kalor yang diperlukan untuk mengubah satu satuan massa zat padat menjadi cair pada titik leburnya disebut kalor lebur. Banyak kalor yang dilepaskan oleh satuan satuan masa zat untuk berubah dari tingkat cair ketingkat padat pada titik bekunya disebut kalor beku. Kalor lebur dan kalor beku dapat ditentukan dengan persamaan berikut:
Q = M.L                Atau                L=

Keterangan:
L    = Kalor lebur/ kalor beku (kal/g atau kkal/kg)
Q   = Kalor yang diperlukan (kalori)
M   = Massa zat (gram)
Ringkasan Eksekutif
Kalor sebagai pengubah wujud zat kalor dapat mengubah


Kalor lebur suatu zat dapat ditentukan denga kalori meter. Persamaan untuk menentukan kalor lebur sebagai berikut:
Kalor yang dilepaskan            = (H+P) (t1-t2)
Kalor yang diterima                = M.L+M.t2
Kalor yang dilepaskan            = Kalor yang diterima
(H+P) (t1-t2) = M.L+M.t2

Keterangan
H   : Kapasitas Kalor (kal/oC atau J/k)
P    : Massa air (g atau kg)
t1     : Suhu calorimeter mula-mula (oC atau K)
t2    : suhu calorimeter dan zat setelah xat melebur (oC atau K)
M   : masa zat yang melebur (g atau kg)
L    : Kalor lebur (kal/g atau kkal/kg)
2.      Menguap dan Mengembun
Perubahan wujud dari zat cair menjadi gas disebut menguap. Pada  peristiwa ini zat menyerap kalor. Penguapan zat cair dapat dipercepat dengan cara-cara berikut:
  1. Memperluas bidang penguapan cairan
Kalor uap dapat dihitung dennga persamaan berikut:


Keterangan
L    = Kalor lebur/ kalor beku (kal/g atau kkal/kg)
Q   = Kalor yang diperlukan (kalori)
M   = Massa zat (gram)
Perubahan wujud dari gas menjadi zat cair disebut mengembun. Pada peristiwa ini zat melepaskan kalor. Kalor embun adalah banyak kalor yang dilepaskan pada waktu satu satuan massa uap berubah menjadi zat cair semua pada titik didihnya……Read More

========================================================