Kurikulum


Mata Kuliah  : Ilmu Pendidikan Islam
Judul           : Kurikulum
Jumlah        : 12 halaman
Tingkat        : Pelajar/Mahasiswa/Umum
Kode            :

Download:
===============================================================
Gambaran Isi:

BAB I
PENDAHULUAN

            Salah satu tugas pokok Ilmu Pendidikan Islam adalah memberikan kompas atau arah dan tujuan pendidikan Islam. Suatu tujuan kependidikan yang hendak dicapai harus direncanakan (diprogramkan) dalam apa yang disebut “kurikulum”
            Antara tujuan dan program harus ada kesesuaian atau kesinambungan. Tujuan yang hendak dicapai harus tergambar didalam program yang tertuang didalam kurikulum, bahkan program itulah yang mencerminkan arah dan tujuan yang diinginkan dalam proses kependidikan.
            Oleh karena itu, kurikulum merupakan faktor yang sangat penting dalam proses kependidikan dalam suatu Lembaga Kependidikan Islam. Sagala hal yang harus diketahui atau harus diresapi serta dihayati oleh anak didik harus ditetapkan dalam kurikulum itu. Juga segala hal yang harus diajarkan oleh pendidik kepada anak didiknya, harus dijabarkan didalam kurikulum.
            Dengan demikian, dalam kurikulum tergambar jelas secara berencana bagaimana dan apa saja yang harus terjadi dalam proses belajar mengajar yang dilakukan oleh pendidikan dan anak didik.Jadi kurikulum menggambarkan kegiatan belajar mengajar dalam suatu lembaga kependidikan.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Kurikulum
Kata kurikulum berasal dari bahasa latin, a little racecourse (suatu jarak yang harus ditempuh dalam pertandingan Olah Raga), yang kemudian dialihkan ke dalam pengertian pendidikan menjadi circle of intstrukcition yaitu suatu lingkaran pengajaran, dimana guru dan murid terlibat didalamya.[1]
Istialah kurikulum muncul untuk pertama kali dalam kamus Webster tahun 1856. dalam kamus trsebut kurikulum diartikan dua macam, yaitu:
  1. sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau dipelajari siswa di sekolah atau perguruan tinggi untuk memperoleh ijazah tertentu.
  2. sejumlah mata pelajaran yang ditawarkan oleh suatu lembaga pendidikan atau jurusan.
Istilah kurikulum kemudian digunakan untuk menunjukan tentang segala mata pelajaran yang dipelajari dan juga semua pengalaman yang harus diperolehserta semua kegiatan yang harus dilakukan anak. Akan tetapi, bila dibicarakan tentang apa yang disebut experience curriculum atau activity curriculum , maka hal itu akan menyangkut masalah metode pendidikan.[2]
Menurut pandangan tradisional yang mengatakan bahwa kurikulum memenga hanya rencana pelajaran. Pandangan trdosional ini tidak terlalu salah, mereka membedakan kegiatan belajar kurikuler dari kegiatan belajar ekstrakulikuler dan kokulikuler.
Menurut pandangan modern, kurikulum lebih dari sekedar rencana pelajaran atau bidang studi. Kurikulum dalam pandangan modern ialah semua yang secara nyata terjadi dalam proses pendidikan disekolah. Pandangan ini bertolak dari suatu yang aktual, yang nyata, yaitu aktual yang terjadi disekolah yang terjadii disekolah dalam proses belajar. Di dalam pendidikan, kegiatan yang dilakukan siswa dapat memberikan pengalaman belajar, atau dapat dianggap sebagai pengalaman belajar, seperti berkebun, olah raga, pramuka dan pergaulan, selain mempelajari bidang studi. Semua itu merupakan pengalaman belajar yang bermanfaat. Pandangan modern berpendapat bahwa semua pengalaman belajar itu adalah kurikulum.atas dasar ini maka inti dari kurikulum adalah penglaman belajar

B.     Komponen-Komponen Kurikulum
  1. Tujuan
Komponen ini mengarahkan atau menunjukan sesuatu yang hendak dituju dalam proses belajar menagjar. Tujuan itu mula-mula bersifat umum. Dalam operasinya tujuan tersebut harus dibagi menjadi bagian-bagian yang kecil, bagian-bagian itu dicapai hari demi hari dalam proses belajar mengajar. Tujuan yang kecil-kecil itu dirumuskan dalam rencana pengajaran (lesson plan) yang sering disebut persiapan pengajaran. Tujuan yang ditulis didalam persipan mengajar itu disebut tujuan pengjaran, yang sebenarnya adalah tujuan anak belajar selanjutnya tujuan itu mengarah perbuatan belajar mengajar yang dilakukan oleh siswa dan guru.
  1. Isi
Komponen ini menunjukan materi proses belajar mengajar tersebut. Materi isi harus relevan dengan tujuan pengajaran yang telah dirumuskan.
  1. Metode atau proses belajar mengajar
Proses belajar mengajar adalah kegiatan dalam mencapai tujuan. Proses ini sering disebut dengan metode mencapai tujuan. Mutu prose situ sangat banyak sekali bergantung pada kemampuan guru dalam dalam menguasai dan mengaplikasikan teori-teori keilmuan, yaitu teori psikologi, khususnya psikologi pendidikan, metodologi pengajaran, metode belajar, penggunaan alat pengajar dan sebagainya.
  1. Evaluasi
Evaluasi adalah kegiatan kurikuler berupa penilaian untuk mengetahui beberapa persen tujuan pendidikan dapat dicapai. [3]

C.    Dasar-dasar Kurikulum
Kurikulum sebagai salah satu komponen pendidikan yang sangat berperan dalam mengantarkan tujuan pendidikan yang diharapkan, harus mempunyai dasar- dasar yang merupakan kekuatan utama yang mempengaruhi dan membentuk materi kurikulum, susunan dan organisasi kurikulum.
            Herman H. Horne memberikan dasar bagi penyusun kurikulum dengan tiga macam, yaitu:
a)      Dasar Psikologis, yang digunakan untuk memenuhi dan mengetahui kemampuan yang diperoleh dari pelajar dan kebutuhan anak didik (the ability and needs of children).
b)      Dasar Sosiologis, yang digunakan untuk mengetahui tuntutan yang sah dari masyarakat (the legitimate demands of society).
c)      Dasar Filosofis, yang digunakan untuk mengetahui keadaan alam semesata tempat kita hidup (the kind of universe in which we live)[4]

D.    Prinsip-prinsip Pengembangan kurikulum
Kurikulikulum pendidikan Islam, selain harus berlandaskan pada dasar-dasar yang telah disebutkan diatas, juga harus menganut prinsip-prinsip yang akan mewarnai kurikulum itu sendiri. Untuk mencapai tujuan pendidikan islam yang diharapkan maka sudah barang atentu kurikulum yang diformulasikanyapun harus mengacu pada dasar pemikiran yang islami pula.
Menurut Al-Syaibany[5], prinsip-prinsip yang harus dijadikan acuan kurikulum pendidikan Islam adalah sebagai berikut:
1)      Berorientasi pada Islam, termasuk ajaran dan nilai-nilainya. Maka setiap yang berkaitan dengan kurikulum, termasuk falsafah, tujuan-tujuan, kandungan-kandungan, metode mengajar, cara-cara perlakuan, dan hubungan-hubungan yang berlaku dalam lembaga-lembaga pendidikan harus berdasarkan pada agama dan ahlak Islam.
2)      Prinsip menyeluruh (universal) pada tujuan-tujuan dan kandungan-kandungan kurikulum.
3)      Prinsip keseimbangan yang …..Read More

KESIMPULAN

            Kurikulum adalah program pendidikan yang disediakan oleh sekolah yang tidak hanya sebatas bidang studi dan kegiatan belajarnya saja, namun meliputi segala sesuatu yang dapat mempengaruhi perkembangan dan pembentukan pribadi siswa sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan sehingga dapat mengakibatkan mutu kehidupan.
Kurikulum pendidikan islam adalah pedoman yang digunakan oleh pendidik untuk …..Read More

========================================================


[1] Herman H.Horne, An Idealistic philosophy Of Education, Chapter V dari philosophies of Education p. 158
[2] Ibid., p. 159
[3] Drs Ahmad Tafsir, Pendidikan Dalam perspektif Islam, 1994, hal 54-55
[4] Prof. DR. H. Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, 2002, hal 131.
[5] Ibid 4